BerBudi Wisata Memberi Informasi Umrah, Haji, Tour Muslim, Wisata Halal, Bisnis, Eksekutif Class, Premium VIP dan Promo Berkualitas!

Call center: Budi Yanto

Tips mendokumentasikan perjalanan umroh.

Setiap orang, siapapun orangnya pasti ingin mendokumentasikan semua peristiwa yang berkesan dalam hidupnya. Tidak hanya peristiwa namun juga tempat-tempat yang pernah ia kunjungi, apalagi bila tempat tersebut memiliki nilai sejarah atau tempat berlibur yang jauh dari rumah atau negara tempatnya tinggal.

Tak terkecuali dengan perjalanan ibadah umroh. Tak jarang para jamaah ingin mengabadikan prosesi ibadah atau tempat dimana ibadah tersebut dilakukan seperti thawaf yang berada di sekitar Kabah, saat mendaki bukit Shofa dan Marwah dan lain-lain. Meski hal tersebut tidak dilarang, namun karena umroh adalah suatu bentuk ibadah, maka sebaiknya ada hal-hal yang diperhatikan agar saat pengambilan foto dokumentasi tidak mengganggu prosesi ibadah juga tidak mengganggu orang lain yang juga melakukan ibadah.

Ali bin Abdul Aziz Al-Shibal salah seorang anggota komite kesadaran haji dan dosen di Majmaah University, mengatakan foto selfie saat umroh dan haji  berpotensi untuk pamer dan berbahaya karena akan menggugurkan amal yang dilakukan saat haji atau umroh di tanah suci. Niat berfoto dan mengunggahnya ke sosial media agar orang lain tahu atau menunjukkan bahwa Anda sedang melakukan amal kebaikan  dapat mempengaruhi kemurnian niat dan mengaburkan tujuan Anda sesungguhnya dalam beribadah.

Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan :

  1. Niat. Segala sesuatu pasti didasarkan oleh niat. Jangan sampai niat Anda untuk berselfie atau berfoto di dekat Baitullah atau dimanapun di kota Mekkah dan Madinah hanya didasari karena ingin pamer atau riya. Ingatlah jangan sampai pahala ibadah Anda yang utama hangus hanya karena salah niat ingin pamer kepada teman atau kerabat di tanah air. Pastikan Anda mengambil foto tersebut hanya untuk keperluan dokumentasi atau memberikan pelajaran kepada keluarga tentang keutamaan tempat-tempat yang dikunjungi selama di Tanah Suci.

  1. Perhatikan waktu yang tepat. Kegiatan thawaf yang Anda lakukan tentu tidak Anda lakukan sendiri, ada ratusan bahkan ribuan orang yang juga melakukan hal yang sama. Jangan sampai karena ingin mengabadikan momen tersebut, Anda berhenti cukup lama di sekitar Kabah yang bisa menyebabkan berhentinya arus orang berthawaf atau ponsel dan kamera Anda jatuh lalu hilang dan terinjak-injak banyak orang. Bila di sekitar Kabah telah berdesakan, sebaiknya lakukan agak jauh di tempat yang agak lengang.

  1. Ambillah gambar atau foto secukupnya, jangan berlebihan. Bila tujuan kita hanya untuk mengabadikan tempat atau peristiwa tentu tidak akan memakan waktu terlalu lama atau sampai mengganggu kegiatan ibadah baik diri sendiri maupun orang lain. Jangan sampai karena ingin memfoto suasana sholat berjamaah di Masjidil Haram, kita ketinggalan sholat. Rencanakan dengan tepat apa yang ingin Anda foto sehingga Anda memiliki lebih banyak waktu untuk beribadah bukan untuk mengambil foto atau berselfi ria.

  1. Perhatikan orang-orang di sekitar Anda, jangan sampai kegiatan berfoto Anda mengganggu orang lain yang sedang beribadah.

  1. Sebenarnya ada larangan masuk ke masjid sambil membawa kamera atau smartphone, untuk itu bila  tidak ingin kamera atau smartphone Anda di sita oleh petugas, hindari mengambil foto di dalam Masjidil Haram dan masjid lainnya secara berlebihan.

Demikian 5 tips mendokumentasikan kegiatan ibadah umroh maupun haji Anda, semoga kita selalu dihindarkan dari perbuatan riya dan pamer yang akan menghapus habis pahala kita. Sayang, bila telah mengeluarkan biaya jutaan dan pergi meninggalkan keluarga namun kita tidak mendapatkan pahala dan keutamaan ibadah umroh atau haji hanya karena niat foto selfie atau sedikit ibadah yang kita lakukan karena terlalu sibuk mendokumentasikan perjalanan ibadah tersebut.




0 Komentar untuk "Tips mendokumentasikan perjalanan umroh."

Back To Top