BerBudi Wisata Memberi Informasi Umrah, Haji, Tour Muslim, Wisata Halal, Bisnis, Eksekutif Class, Premium VIP dan Promo Berkualitas!

Call center: Budi Yanto

Tata Cara Pelaksanaan Umrah Sesuai tuntunan Nabi


Untuk dapat melaksanakan rangkaian ibadah umroh dengan benar, ada hal-hal yang harus Anda perhatikan, termasuk di dalamnya rukun, syarat dan sunnah umroh. Berikut adalah  tata cara pelaksanaan ibadah Umroh sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.

1. Sebelum melaksanakan ibadah umroh, Anda mandi sebagaimana orang yang junub dan memakai wewangian bagi laki-laki. Kemudian memakai pakaian ihram. Pakaian ihram bagi laki-laki adalah dua lembar kain ihram yang berfungsi sebagai sarung dan penutup pundak. Sedangkan bagi wanita disyariatkan menutupi seluruh badan namun tidak boleh menggunakan cadar niqab ( penutup wajah ) dan tidak diperkenankan menggunakan sarung tangan. 

2. Berihram dari miqat dengan mengucapkan niat melakukan ibadah umroh

لَبَّيْكَ عُمْرَة

labbaik ‘umroh” (aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah).

3. Apabila dia ragu dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah umroh karena sakit atau hal lainnya, maka sesudah mengucapkan kalimat diatas, dia dapat dapat menambahkan kalimat berikut :

اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي

Allahumma mahilli haitsu habastani” (Ya Allah, tempat tahallul di mana saja Engkau menahanku).

4. Bila waktu berihram bersamaan waktunya dengan waktu sholat fardhu, Anda sebaiknya melakukan sholat terlebih dahulu. Setelah itu, baru melakukan ihram.

5. Setelah mengucapkan talbiah umrah” dilanjutkan dengan membaca dan memperbanyak talbiah berikut hingga tiba di Makkah.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَك لَبَّيْكَ ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَك وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَك

Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”. (Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).

6. Saat akan masuk ke Masjidil Haram hendaknya mendahulukan kaki kanan dan membaca doa masuk masjid dibawah ini :

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.

Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik” (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).

7. Sebelum melakukan thawaf, para jamaah menuju ke Hajar Aswad, di depan Hajar Aswad membaca “Allahu akbar” atau “Bismillah Allahu akbar” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya. Bila keadaan tidak memungkinkan untuk menyentuhnya karena berdesakan dengan jamaah lain, Anda dapat memberi isyarat kepadanya dengan tangan. Hal ini dilakukan pada setiap putaran thawaf.

8. Thawaf dilakukan sebanyak 7 putaran dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir disitu pula. Di sunnahkan untuk berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4 putaran terakhir, namun bila tidak pun tidak apa-apa.

9. Disunnahkan mengusap Rukun Yamani pada setiap putaran thawaf. Namun apabila tidak memungkinkan untuk mengusapnya, Anda tidak perlu memberi isyarat dengan tangan sebagaimana kita lakukan di Hajar Aswad

10. Saat berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswaad, disunnahkan membaca doa dibawah ini :

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” (Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka). (QS. Al Baqarah: 201)

11. Pada saat thawaf,selain membaca doa diatas tidak ada doa atau bacaan dzikir tertentu. Anda dapat membaca ayat-ayat Al Qur’an atau doa dan dzikir sebisanya.

12. Setelah selesai melakukan thawaf, jamaah menuju makam Nabi Ibrahim sambil membaca doa ini :

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla” (Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat) (QS. Al Baqarah: 125).

13. Di belakang makam Nabi Ibrahim jamaah melakukan sholat sunnah thawaf 2 rakaat. Pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah lalu membaca surat Al Kaafirun dan pada rakaat kedua setelah membaca Al Fatihah membaca surat Al Ikhlas.

14. Di sunnahkan minum air zam-zam dan menyiram atau mengusap kepala dengan air zam-zam setelah sholat sunnah. Namun tidak diperbolehkan berwudhu menggunakan air zam-zam.

15. Setelah minum air zam-zam, jamaah kembali ke Hajar Aswad, membaca takbir lalu mengusap atau mencium Hajar Aswad namun bila tidak dapat, jamaah boleh hanya memberi isyarat ke arah Hajar Aswad seperti pada saat awal thawaf.

16. Usai thawaf, jamaah akan menuju Bukif Shofa untuk melakukan sa’i umroh. Sebelum tiba, mendekati Shofa, jamaah membaca doa’ 

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ

Innash shafaa wal marwata min sya’airillah”  (Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah) (QS. Al Baqarah: 158).

Setelah itu mengucapkan :

نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ

Nabda-u bimaa bada-allah bih”.

17. Naik bukit Shofa lalu menghadap ke arah Ka’bah hingga melihatnya jika hal tersebut memungkinkan, lalu membaca doa’

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ  (3x)
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ

“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. (3x)
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian.”

Bacaan doa ini diulang hingga 3 kali, selain itu jamaah dapat membaca doa lain yang ia bisa diantara pengulangan doa diatas
.
18. Pada saat turun dari Shafa dan berjalan menuju ke Marwah, disunnahkan agar jamaah laki-laki berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh diantara 2 tanda hijau yang berada di Mas’a ( tempat sa’i ), lalu berjalan biasa menuju Marwah dan menaikinya.

19. Setiba di Marwah, lakukan hal yang sama seperti yang dilakukan saat di Shofa, yaitu menghadap kiblat, bertakbir, membaca dzikir yang sama dan berdo’a sesuai dengan kehendaknya. Perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung satu putaran.

20. Turun lalu menuju ke Shafa dengan berjalan di tempat yang ditentukan untuk berjalan dan berlari bagi laki-laki di tempat yang ditentukan untuk berlari, lalu naik ke Shafa dan lakukan seperti semula, dengan demikian terhitung dua putaran. Lakukan sampai 7 kali dan berakhir di Marwah. Meski jamaah dapat membaca doa apapun, namun bila mampu dan hafal, dapat membaca doa seperti dibawah ini :

اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ

Allahummaghfirli warham wa antal a’azzul akrom” (Ya Rabbku, ampuni dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa dan Maha Pemurah), tidaklah mengapa  karena telah diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud dan ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya mereka membacanya ketika sa’i.

21. Setelah melakukan sai sebanyak 7 kali putaran, jamaah dapat melakukan tahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul. Sedangkan bagi jamaah perempuan cukup memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.

22. Usai melakukan tahallul atau memotong/mencukur rambut, maka selesai sudah rangkaian ibadah Umroh anda. Jamaah dapat melakukan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram, seperti berhubungan suami/istri dan lain-lain.

Demikian tuntunan dan tata cara ibadah mroh seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

0 Komentar untuk "Tata Cara Pelaksanaan Umrah Sesuai tuntunan Nabi "

Back To Top