BerBudi Wisata Memberi Informasi Umrah, Haji, Tour Muslim, Wisata Halal, Bisnis, Eksekutif Class, Premium VIP dan Promo Berkualitas!

Call center: Budi Yanto

Kehidupan Malam di kota Makkah

Makkah merupakan kota suci karena memiliki keutamaan bila dibandingkan dengan kota lainnya. Yaitu sholat satu rakaat di Masjidil Haram Makkah pahalanya sama dengan 100 ribu rakaat di tempat lain.
 
Apalagi bila ibadah sholatnya dilaksanakan pada malam Lailatul Qadar yang hanya kita jumpai pada bulan Ramadhan, yaitu sama dengan pahala seribu bulan. Sehingga ada yang beranggapan melakukan umroh di bulan Ramadhan dianggap utama karena pahala yang dilipat gandakan.
Al Bukhari dalam hadist yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, sesungguhnya Rasulullah pernah bersabda :
Satu sholat di masjidku lebih utama dari 1000 sholat di masjid lainnya kecuali di Masjidil Haram, satu sholat di Masjidil Haram lebih utama dari 100.000 shalat di masjid lainnya.”
Maka bayangkanlah berapa banyak pahala yang kita peroleh hanya dengan bersholat lima waktu berjama’ah di Masjidil Haram? Siapakah yang tak akan tergiur untuk menghidupkan malam di Makkah dengan sholat malam dan membaca Al Qur’an di sana?
Dalam riwayat lainnya dikisahkan bahwa Kota Makkah dimuliakan oleh Allah SWT dengan adanya Baitulloh Al Harom yaitu rumah peribadatan pertama yang dibangun di muka bumi. Hal tersebut disebutkan dalam surat Ali Imron ayat 96 yang artinya ;
 “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk ( tempat beribadah ) manusia ialah Baitulloh yang Bakkah ( Makkah ) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia”
Abu Hurairah ra menuliskan hadist seperti yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW yang telah berkata :
 “Tidak ada keutamaan bepergian ( ke suatu masjid ) kecuali bepergian mengunjungi tiga masjid, (yaitu) masjidku ini ( Masjid Nabawwi di Madinah ), Masjidil Haram ( Mekkah ) dan Masjidil Aqsha ( Palestina )”. ( HR. Bukhori dan Muslim )
Para ulama juga telah mengkiyaskan bahwa semua amalan lainnya seperti berpuasa, membaca Al Qur’an, bersedekah serta semua amalan baik lainnya akan dilipatgandakan pahalanya Allah SWT bila dilaksanakan di kota Makkah.
Kehidupan malam di sekitar Ka’bah dan Masjidil Haram sangat semarak. Sampai-sampai pernah dilihat dari luar angkasa, langit kota Makkah lebih cemerlang dan terang dibandingkan dengan langit kota-kota lain di dunia.
Seusai melaksanakan sholat isya berjamaah, beberapa jamaah seringkali enggan untuk kembali ke pemondokan. Mereka menghabiskan waktu sesudahnya dengan melakukan shalat sunnah, berdzikir mengingat Allah dan membaca Al Qur’an.
Ada hal-hal yang perlu diperhatikan ketika kita berniat I’tikaf atau tinggal di Masjidil Haram mulai selepas isya hingga subuh. Adakalanya karena kantuk yang tak tertahankan, beberapa jamaah memilih untuk tidur di masjid yang tentu saja akan membatalkan wudhu. Sedangkan mengulang wudhu yang batal di Masjidil Haram tidaklah mudah karena tempat wudhu yang berada di luar. Ketika kita kembali dari wudhu, seringkali tempat kita shalat atau dzikir sebelumnya telah ditempati oleh jamaah lain. Tips yang dianjurkan, bawalah sebotol air mineral setiap kali kita akan beribadah dengan menginap di Masjidil Haram.
Rasulullah pernah mencontohkan cara bagaimana beliau bisa berwudhu secara sempurna dengan hanya menggunakan segelas air. Caranya dengan menuangkan sedikit demi sedikit air ke tangan hingga semua bagian badan yang harus terbasuh wudhu dan terbasahi. Sementara kita bisa melakukannya dengan berdiri atau duduk di lantai masjid yang telah diberi alas kain handuk atau lainnya yang dapat menyerap air sehingga tidak menggenangi lantai masjid.
Demikianlah, dengan mengetahui keutamaan beribadah di Mekkah dapat menjadikan kita lebih bersemangat dan khusyuk saat menjalankan ibadah umroh dan haji.
0 Komentar untuk "Kehidupan Malam di kota Makkah"

Back To Top