BerBudi Wisata Memberi Informasi Umrah, Haji, Tour Muslim, Wisata Halal, Bisnis, Eksekutif Class, Premium VIP dan Promo Berkualitas!

Call center: Budi Yanto

Hukum Ibadah Haji dan Umroh

HUKUM IBADAH HAJI

Ibadah haji wajib hukumnya dilaksanakan oleh setiap umat Islam yang mampu. Bahkan ibadah haji disebutkan dalam rukun Islam yang kelima, artinya, sekali seumur hidup ibadah haji harus dilaksanakan oleh seluruh umat Islam baik perempuan maupun laki-laki yang mampu. Kemampuan di sini berarti sehat secara jasmani, rohani dan secara finansial cukup bekal baik selama perjalanan dan tinggal di Tanah Suci maupun bekal bagi keluarga yang ditinggalkan di Tanah Air.

Kewajiban berhaji tersebut telah disebutkan dalam kitab Suci Al Qur`an. Allah SWT melalui firmanNya berkata :

QS. Al-Imran: 97
وَلِلَّهِ عَلىَ النَّاسِ حِجُّ البَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ العَالَمِيْنَ
Artinya : “ Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. “

QS. Al-Baqoroh, Ayat 196
وَأَتِمُّوْا الحَجَّ وَالعُمْرَةَ لِلَّهِ
Artinya: “ Dan sempurnakanlah Ibadah Haji dan umroh karena Allah. ”

QS. Al-Hajj ayat 27-28
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالاً وَعَلىَ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ(27)
لِيَشْهَدُواْ مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُواْ اسْمَ اللهِ  فِيْ أَيَّامٍ مَّعْلُوْمَاتٍ عَلىَ مَا رَزَقَهُمْ مِّنْ بَهِيْمَةِ الأَنْعَامِ (28)
Artinya : “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak”.
Adapun Rasulullah SAW juga bersabda :
تَعَجَّلُواْ الحَجَّ فَأِنَّ أَحَدَكُمْ لاَ يَدْرِي مَا يَعْرِضُ لَهُ
Artinya “Hendaklah kalian bersegera mengerjakan haji karena sesungguhnya seseorang tidak akan menyadari halangan yang akan merintanginya”. (HR. Ahmad).

بُنِيَ الاِسْلاَمُ عَلىَ خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاتِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانِ
Islam itu didirikan di atas 5 (lima) pilar : syahadat tiada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad Rosulullah, mendirikan shalat, membayar zakat, haji ke Baitullah dan  puasa di bulan Ramadhan”. (HR. Bukhari & Muslim)
Setelah mengetahui bahwa hukum melaksanakan ibadah haji diwajibkan, maka hendaknya kita semua selalu berdoa dan berusaha dalam ikhtiar agar dimampukan oleh Allah SWT dapat menunaikan ibadah haji sekali dalam seumur hidup kita.

HUKUM IBADAH UMROH

Hukum melaksanakan ibadah umroh terbagi menjadi dua, yakni wajib dan sunnah. Hukum umroh disebut wajib bila ibadah umroh tersebut baru pertama kali dilaksanakan sehingga disebut sebagai Umratul Islam.

Dalil yang menyebutkan bahwa umroh hukumnya wajib dilakukan adalah :

QS. Al-Baqoroh, Ayat 196
وَأَتِمُّوْا الحَجَّ وَالعُمْرَةَ لِلَّهِ
Artinya: “ Dan sempurnakanlah Ibadah Haji dan umroh karena Allah. ”
Selain itu melaksanakan umroh karena nazar juga termasuk kedalam umroh wajib. Jadi bila Anda memiliki nazar ingin menunaikan ibadah umroh bila telah berhasil melakukan atau mendapatkan sesuatu entah itu peningkatan omzet bisnis atau berhasil sembuh dari sebuah penyakit yang sangat parah misalnya, maka hukum Umroh tersebut menjadi wajib.

Ibadah umroh  hukumnya sunnah bila Anda sudah pernah melakukan ibadah umroh dan bermaksud ingin menunaikannya lagi untuk kali kedua dan seterusnya. Meskipun sebenarnya kewajiban Anda melaksanakan umroh telah gugur karena telah melaksanakan satu kali saat pertama Anda melakukan ibadah umroh.

Demikian informasi seputar hukum ibadah haji dan umroh. Semoga kita dimudahkan oleh Allah SWT mampu melaksanakan keduanya, ibadah haji dan umroh.
0 Komentar untuk "Hukum Ibadah Haji dan Umroh"

Back To Top