BerBudi Wisata Memberi Informasi Umrah, Haji, Tour Muslim, Wisata Halal, Bisnis, Eksekutif Class, Premium VIP dan Promo Berkualitas!

Call center: Budi Yanto

Kolaborasi 100 Pengusaha Tour & travel Genjot Wisata Halal ke Berbagai Negara

Kolaborasi 100 Pengusaha Tour & travel Genjot Wisata Halal ke Berbagai Negara


100 pengusaha travel pt bdr konsorsium

Perss Release Pendirian PT BDR Konsorsium


Para pelaku bisnis industri pariwisata di Indonesia yang tergabung dalam Komunitas Bisnis Dari Rumah ( BDR ) membentuk konsorsium untuk menjual paket-paket wisata muslim di Indonesia yang membidik segmen Muslim yang merindukan paket wisata dengan jaminan makanan halal  ( halal food ) di destinasi baik nusantara maupun luar negeri, selain itu konsorsium ini juga menyediakan paket-paket umroh plus yang sangat diminati keluarga di Indonesia seperti ke Turki, Dubai, Maroko Spanyol, Aqso , Eropa dan Mesir.
"Sebagai pelaku bisnis, mereka bekerjasama membentuk konsorsium dalam bentuk perseroan terbatas dimana sahamnya dimiliki oleh 100 pelaku bisnis industri pariwisata serta profesional dengan lebih dari 70 travel dan disepakati diberi nama PT. BDR Konsorsium.

Aktivitas promosi yang dilakukan konsorsium akan dilakukan melalui Above the line (ATL) seperti  beriklan di media cetak dan berbagai media lain dan rencana kegiatan Below the Line (BTL) sebagaimana event dan pameran untuk memasarkan paket wisata,", demikian pernyataan Dirut PT. BDR Konsorsium Bapak H. Cheriatna.

Beliau mengatakan, konsorsium itu bahkan menggunakan dana mereka sendiri untuk melakukan berbagai macam promosi atas paket wisata halal termasuk promosi melalui surat elektronik, media sosial dan media cetak seperti majalah dan surat kabar.

Beberapa biro perjalanan wisata yang bergabung dalam konsorsium di antaranya :

1. Cheria  Wisata
2. Siriz Travel
3. Ababil Tour & Travel
4. Akbar Travel
5. Al Baldah
6. Al Shomadani Tour & Travel
7. Al Fath
8. Al Mudoffar Tour & Travel
9. Amex Tour & Travel
10. Amira Wisata
11. Andalusia Travindo
12. Salam Wisata Nuryadin Tour & Travel
13. Ar Rosyid Tour & Travel
14. Lariz Travel
15. Asia Travelholic
16. Ayyash Tour & Travel
17. Azwa UmrohTour & Travel
18. Baliasa Tour & Travel
19. Berbudi Wisata
20. Cahaya Arroyyan Tour & Travel
21. Cahaya Khadija Wisata
22. Cahaya Semesta
23. Citra Nusa Sejati Tour & Travel
24. D’naim Tour & Travel
25. Delima 12 Tour & Travel
26. Dhaifah Tour & Travel
27. Dlyon Tour & Travel
28. Elfanza Tour & Travel
29. Happy & Joy Tour
30. Hasna Wisata,
31. IM – Travel
32. Indorama Tour & Travel
33. Menebar Bahagia Semesta Tour & Travel
34. I-You Travelovers
35. Jasa Setia Wisata
36. Jazira Wisata
37. Menara Wisata
38. Khadijah Tour & Travel
39. Khalila Tour & Travel
40. Khansa Tour and Travel
41. Kholifah Wisata
42. Lan Tabur Tour & Travel
43. Leap Perdana Tour & Travel
44. Lingkartama Travelindo
45. Lintas Nusa Tour & Travel
46. LW Tour & Travel,
47. Madina Wisata
48. Malika Tour & Travel
49. Maryam Tour & Travel
50. Mitra Ceria
51. Namy Tour & Travel
52. Natura Tour & Travel
53. Putra Mandiri Wisata Tour &
54. Raidan Travel
55. Raya Wisata
56. Ryan Fadel Travelholic
57. Shafwan Tour & Travel
58. She Tour & Travel
59. Sudez Wisata
60. Syahani Tour & Travel
61. Faith Tour
62. Insan Tour & Travel
63. Noura Tour & Travel
64. Timura Tour
65. Turmeric Tour & Travel
66. Usain Tour & Travel
67. Wika 7 Travel & Tour
68. Asahy Tour & Travel
69. Banana Tour
70. Madinah Iman Wisata
71. Taqia Wisata
72. Jabal Marwah Tour Travel
73. Mahir international tour
74. Sayang Tour
75. MTW Wisata
76. SWD Tour Travel
77. Khanza Travel
78. ....


Produk wisata yang dihasilkan konsorsium itu adalah wisata muslim Cina, Korea, Jepang, Turki, Dubai, Mesir, Maroko, Eropa dengan harga yang kompetitif. Selain itu, konsorsium juga menjual berbagai paket umroh plus dengan bekerjasama dengan travel berijin Depag RI

"Konsorsium menerapkan strategi co-marketing dengan menggaet berbagai pihak penerbangan dan akhirnya tak hanya destinasi luar negeri tapi juga akan merintis destinasi nusantara, saat ini pihak Garuda Indonesia salah satu maskapai terbaik dunia juga sudah menyambut baik keberadaan konsorsium ini", ujar Bapak H. Cheriatna, pria kelahiran Jakarta, 5 Agustus 1974.

“Masih banyak peluang lain yang bisa digarap terutama dengan membidik segmen komunitas lain yang sangat beragam di Indonesia seperti pondok pesantren, ibu-ibu pengajian dan arisan juga lembaga seperti koperasi”, tukasnya.
 
“Saat ini konsorsium menawarkan kepada travel-travel untuk juga bisa bergabung menjadi anggota dengan  manfaat bisa menjual secara bersama paket-paket tour muslim dan bisa belajar bersama di industri pariwisata yang sangat dinamis, keuntungan bagi member konsorsium juga adalah penggunaan sistim travel berbasis web dan juga desktop yang memudahkan para pemilik travel melakukan aktifitas bisnis dan berkomunikasi dengan anggota konsorsium yang lain. Artinya, kami siap menyambut era digital dengan membekali pengetahuan IT kepada seluruh anggota”, demikian kata beliau.

Konsorsium juga menjalin kemitraan dan membuka kesempatan kepada berbagai pihak dalam dan dari luar negeri seperti airlines,tour operator dan hotel terutama sekali yang meyediakan makanan halal untuk melakukan kerjasama yang saling menguntungkan

BDR Konsorsium dengan motonya Together We Share ini diyakini akan menjadi  salah satu motor pendorong industri kreatif berbasis UKM di Indonesia dengan visi menjadi konsorsium travel terdepan dan terbaik yang misinya memberikan kemudahan, kenyamanan dan pelayanan terbaik untuk para anggota dan mitra konsorsium.

Perlu disadari juga dengan konsorsium ini adalah salah satu solusi terbaik di tengah melemahnya daya beli masyarakat saat ini , “Kalau travel jalan sendiri-sendiri dengan jamaah sedikit kan jadi rugi, kalau bareng-bareng kan jamaah jadi banyak dan ongkos produksi jadi bisa ditekan dan kita bisa lebih menguntungkan”, tegas Pak Cheriatna

PT. BDR Konsorsium berkantor di Gedung twink lt.3 Jalan Kapt. Tendean No. 82 Mampang, Jakarta Selatan, Tel. 021-79182404, Email: info@bdrkonsorsium.com , Website: www.bdrkonsorsium.com

============

Konsorsium Travel Umroh Segera Terbentuk


IIBF - Jakarta, Juni 2015. Bisnis travel haji dan umrah hari ini sangat menjamur di Indonesia. Bisnis ini tidak pernah sepi peminat karena hampir semua masyarakat muslim Indonesia ingin pergi ke Mekkah. Adalah cita-cita dan impian setiap muslim untuk dapat datang ke rumah Allah (Baitullah).

Namun, di Indonesia, menunaikan ibadah haji bukan hanya perkara punya uang atau tidak. Untuk bisa menunaikan rukun Islam ke-5 ini, di Indonesia dibutuhkan kesabaran lebih untuk menunggu hingga tiba waktunya diberangkatkan. Bagi kaum muslimin di tanah air tidak bisa serta merta langsung berangkat ke Arab Saudi, banyaknya pendaftar haji membuat mereka harus menunggu mendapat giliran untuk diberangkatkan hingga berpuluh-puluh tahun. Apalagi dalam 2 tahun terakhir Indonesia mengalami pengurangan kuota haji hingga 40 persen.

Dengan kondisi di atas, maka umroh menjadi alternatif bagi muslim Indonesia untuk bisa ke Baitullah. Terbukti tahun 2014 jumlah jamaah umroh Indonesia mencapai 6,5 juta jiwa, yang angkanya ditaksir mencapai 120 triliun rupiah. Sehingga bisnis ini sangat menggiurkan.

Menurut H. Heppy Trenggono, Presiden IIBF,  industri ini sudah sangat matang. “Ketika anda membuka travel umroh semua provider sudah tersedia, misal hotel dan paket perjalanan selama di tanah suci, visa, tiket pesawat, tinggal pintar-pintar memilih provider mana yang akan kita gunakan?”, terang nya saat menerima kunjungan silaturohim dari salah seorang pengusaha travel haji dan umroh asal Jakarta, Cheriatna di kantor PP IIBF pagi ini.
Namun mengapa banyak sekali pengusaha yang gagal dalam bisnis ini di tengah matangnya industri? InsyaAllah di tulisan mendatang akan saya bahas.

Bagi Cheriatna, berkecimpung di dunia bisnis travel haji dan umrah memang menyenangkan. Tak hanya keuntungan yang didapat, bisnis ini juga ikut membantu kaum muslim untuk menggapai cita-citanya menyentuh Ka’bah.

“Nah salah satu tantanganya adalah seperti yang pak Heppy tadi sampaikan, bisa jadi setelah Masyarakat Ekonomi Asean (MEA ) diberlakukan akan banyak bermunculan travel haji dan umroh dari Malaysia maupun Singapore. Ini harus diantisipasi. Karena alasan itulah salah satunya yang membawa kami ke sini?”, terangnya sambil menunjuk sahabatnya yang turut hadir.

Mengamankan pasar captive harus dilakukan. Maka peningkatan daya saing mutlak harus dilakukan guna menghadapi MEA dan itu tidak bisa dilakukan seorang diri, bebannya terlalu berat, sehingga Cheriatna dan 50 pengusaha travel haji dan umroh lainnya menggagas untuk membuat sebuah konsorsium. Banyak hal yang bisa dilakukan melalui konsorsium ini. Sebagai contoh dalam pengadaan tiket pesawat misalnya, ketika datang ke maskapai sendiri-sendiri kita tidak dianggap karena 1.000 seat pun itu angka yang kecil di industri ini, sehingga harga yang diperoleh juga standar, artinya harganya lebih mahal dibandingkan pemain besar.

“Selisih harga tiketnya bisa mencapai 24 persen dari harga regular yang dikeluarkan oleh maskapai. Meskipun untuk mendapatkannya minimal kami harus pesan 2.500 seat, ini yang ingin kami pecahkan, dan berharap IIBF bisa ikut turut serta dan mendampingi kami”, terangnya.

Agar mampu memperoleh manfaat yang lebih besar dalam waktu yang singkat maka pilihannya adalah menanggalkan ego dan mau berbagi dengan sesama, menjadi sebuah pilihan bijak ialah bergabung membentuk konsorsium. Ketika berbicara sebagai sebuah konsorsium berhadapan dengan pihak mana saja menjadi tidak dipandang sebelah mata.

Dalam kasus ini misalnya, mau bermain sebagai sebuah kesatuan akan sangat menguntungkan semua pihak yang terlibat didalamnya, dari selisih harga tiket pesawat saja sudah mampu meningkatkan daya saing, belum dari yang lain-lainnya.

Presiden IIBF juga mengingatkan agar pembinaan terhadap anggota dan pengusaha yang terlibat harus tetap dilakukan. Pahamnya anggota konsorsium akan membuat semakin lincah cara bermainnya.
Dalam dunia bisnis, kolaboratif adalah hal yang biasa dilakukan oleh pemain-pemain tertentu. Belajar dari Glodog, semua toko bisa jualan, kita tidak pernah tahu siapa pemilik barang sesungguhnya. Mereka saling support. “tinggal bilang tunggu sebentar ya, saya telpon gudang dulu. Kita tidak tahu gudang siapa yang dimaksud? ” kelakar Nursodik yang turut hadir dalam pertemuan itu.
Konsorsium ini adalah awal dari wujud kolaboratif yang digagas IIBF. Setelah ini akan lahir kolaboratif lainnya dalam berbagai bidang. Siapkan diri Anda. ANs

===========

jajaran direksi komisioner pt bdr konsorsium

Puluhan Pengusaha Travel Bergabung Genjot Wisata Halal


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wisata halal dalam beberapa waktu belakangan terus meningkat. Hal itu terjadi bukan karena sekadar tren, tapi juga kebutuhan akan wisata halal yang memang tinggi.

"Wisata halal saat ini memang terus berkembang pesat. Bahkan tidak sekadar tren, tapi sudah menjadi kebutuhan dari wisatawan," ujar Cheriatna selaku Dirut PT. BDR Konsorsium kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Kebutuhan yang dimaksud, lanjut Cheriatna bukan terbatas berkunjung pada destinasi yang memiliki kaitanya dengan Islam. Tapi lebih pada pemenuhan berbagai kebutuhan dasar seperti makanan halal, tempat ibadah dan lainnya.

Perkembangan wisata halal juga semakin pesat lantaran negara-negara tujuan wisata semakin sadar pentingnya unsur halal bagi wisatawan. Sebut saja negara macam Korea Selatan, Jepang, Cina serta sejumlah negara-negara Eropa dan Amerika lainnya.
Mereka terus berbenah diri menyiapkan wisata halal bagi pengunjung. Tidak hanya bagi muslim, tapi juga wisatawan pada keseluruhan. Sebab makanan yang halal tentunya sudah memenuhi standar kelayakan untuk semua orang.

"Jadi wisatawan yang bepergian bersama keluarga atau siapapun, tidak was-was dalam perjalananya," ujar Cheriatna.

Berangkat dari pasar wisata halal yang tinggi itulah Cheriatna bersama para pelaku bisnis industri pariwisata dalam komunitas Bisnis Dari Rumah (BDR) yang notabene berbasis UKM membentuk konsorsium berbentuk Perseroan Terbatas bernama PT BDR Konsorsium. Melalui konsorsium ini mereka membentuk produk wisata halal untuk kemudian dipasarkan secara bersama-sama.

Melalui konsorsium ini juga para travel agent bisa menggabungkan jumlah wisatawan untuk diberangkatkan secara bersama.
"Kalau travel jalan sendiri-sendiri dengan jamaah sedikit kan jadi rugi. Kalau bareng-bareng kan jamaah jadi banyak dan ongkos produksi jadi bisa ditekan dan bisa lebih menguntungkan," kata dia.

Saat ini konsorsium telah memiliki sejumlah produk wisata halal. Diantaranya paket perjalanan wisata ke Cina, Korea, Jepang, Dubai, Mesir dan sejumlah negara lainnya serta perjalanan Umrah dan Haji.

Tidak hanya outbound, pihaknya juga menyiapkan untuk paket wisata halal dalam negeri. Hal tersebut guna menjaring wisatawan dari luar ke Indonesia (inbound).

"Masih banyak peluang lain yang bisa digarap dengan bersama-sama," kata dia.
Konsorsium saat ini juga menawarkan kepada travel-travel untuk bisa bergabung menjadi anggota dengan manfaat bisa menjual secara bersama paket tour muslim dan bisa belajar bersama di industri pariwisata yang sangat dinamis.
"Keuntungan bagi member konsorsium juga adalah penggunaan sistem travel berbasis web dan juga desktop yang dapat memudahkan pemilik travel melakukan kegiatan bisnis dan berkomunikasi sesama anggota," kata dia.

===========

Apa Jadinya Kalau 100 Pengusaha Tour & Travel Berkolaborasi?


Gulalives.com, Jakarta – Pengin traveling ke Korea, Jepang, Hongkong, dan Tiongkok dengan harga bersahabat? Bingung mencari makanan dan minuman halal di negeri orang? Kegelisahan itu ditangkap oleh 100 pengusaha tour & travel dari seluruh Indonesia yang Minggu (28/6) kemarin di Hotel Balairung Jakarta Timur secara resmi bernaung di PT. BDR Konsorsium.

Para pelaku bisnis industri pariwisata di tanah air yang tergabung dalam komunitas Bisnis Dari Rumah (BDR) membentuk konsorsium untuk menjual paket-paket wisata muslim di Indonesia.

“PT. BDR Konsorsium ini merupakan perseroan terbatas yang anggotanya adalah 100 pengusaha tour & travel dan setiap anggota memiliki saham bersama. Perlu disadari, konsorsium ini adalah salah satu solusi terbaik di tengah melemahnya daya beli masyarakat. Kalau travel jalan sendiri-sendiri dengan peserta sedikit kan rugi. Kalau dijalankan bareng-bareng, pesertanya jadi banyak dan ongkos produksi pun bisa lebih ditekan. Maskapai akan memberikan harga grosiran ketika berhadapan dengan konsorsium besar,” urai H. Cheriatna, Dirut PT. BDR Konsorsium.

“Tren pasar sedang mengarah ke sana. Banyak banget yang mau tur ke Korea dan Jepang, tapi pesertanya pengin keluarga mereka bisa menikmati wisata dengan jaminan makanan halal di sana. Di konsorsium ini, kami menyediakan paket wisata muslim dengan harga terbaik. Tentunya setiap pengusaha bisa menjual paket wisata murah ini bukan dengan bendera masing-masing lagi, melainkan bendera PT BDR Konsorsium,” papar Pak Cheriatna yang menambahkan konsorsium ini telah memiliki 10 paket wisata muslim lainnya seperti Turki, Dubai, Mesir, Maroko, Eropa, Aqso, dan termasuk layanan pergi umroh.

Dengan mengusung moto Together We Share, PT BDR Konsorsium ini bakal menjadi motor pendorong industri kreatif berbasis UKM di Indonesia. “Konsorsium menerapkan strategi co-marketing dengan menggaet berbagai pihak penerbangan dan akhirnya tidak hanya destinasi luar negeri tapi juga akan merintis destinasi nusantara. Pihak Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai terbaik dunia sudah menyambut baik keberadaan konsorsium ini”, terang pria kelahiran Jakarta, 5 Agustus 1974 itu. (VD)

===========

Berwisata Religi Kini Lebih Mudah


OKEZONE.COM, JAKARTA - Momen Ramadan kerap dijadikan berwisata religi, kini wisata religi kian lebih mudah dilakukan.

Kehadiran BDR Konsorsium membuat masyarakat Tanah Air semakin dipermudah dalam berwisata religi, khususnya di bulan Ramadan.

"Sebenarnya dengan hadirnya BDR Konsorsium membuat banyak orang lebih mudah dalam melakukan perjalanan, tak hanya wisata religi saja tetapi semua perjalanan yang diinginkan dipersiapkan oleh kami demi memanjakan konsumen," ucap Cheriatna, Direktur Utama BDR Konsorsium kepada Okezone di Jakarta, Rabu (1/7/2015).

Cheriatna menambahkan kehadiran BDR Konsorsium selain memanjakan konsumen, tentu lebih mempermudah konsumen dalam melakukan perjalanan.

"Harga yang dikeluarkan konsumen jauh lebih murah, terlebih di BDR Konsorsium terdapat lebih dari 70 agen travel," bebernya lagi.

Peminat untuk berwisata memang diakui Cheriatna bila antusias masyarakat Indonesia sangat tinggi. Dominasi perjalanan Internasional masih menjadi dominan. "Untuk perjalanan 80 persen lebih ke Internasional dan 20 persennya perjalanan lokal," tutupnya. (jjs)

============

Wisata Halal ke Berbagai Negara Semakin Banyak Pilihan


TABLOIDBINTANG.COM - BERWISATA ke luar negeri jadi impian banyak orang. Tapi, khusus bagi kaum muslim, ada banyak kendala yang kerap ditemui saat plesir ke nagara orang. Salah satunya untuk mencari makanan halal.Hal ini jadi perhatian para pelaku bisnis travel. Tren wisata halal pun digiatkan untuk menjawab permintaan yang cukup tinggi dari masyarakat. "Wisata halal saat ini memang terus berkembang pesat. Bahkan tidak sekadar tren, tapi sudah jadi kebutuhan dari wisatawan," ujar Cheriatna selaku Dirut PT. BDR Konsorsium kepada wartawan di Balairung Hotel, Jakarta Timur, belum lama ini.

Tak sebatas pada pemenuhan berbagai kebutuhan dasar seperti makanan, wisata halal juga memfasilitasi para wisatawan untuk menjangkau tempat ibadah. Perkembangan wisata halal semakin lantaran negara-negara tujuan wisata juga semakin sadar pentingnya unsur halal bagi wisatawan. Sebut saja Korea Selatan, Jepang, Cina, serta sejumlah negara Eropa dan Amerika lainnya. Mereka terus berbenah diri menyiapkan wisata halal bagi pengunjung. Tidak hanya bagi muslim, tapi juga wisatawan pada keseluruhan. Sebab makanan yang halal tentunya sudah memenuhi standar kelayakan untuk semua orang. "Jadi wisatawan yang bepergian bersama keluarga atau siapapun, tidak was-was dalam perjalananya," imbuh Cheriatna.

Berangkat dari pasar wisata halal yang tinggi itulah Cheriatna bersama para pelaku bisnis industri pariwisata dalam komunitas Bisnis Dari Rumah (BDR) yang notabene berbasis UKM membentuk konsorsium berbentuk Perseroan Terbatas bernama PT. BDR Konsorsium. Melalui konsorsium ini mereka membentuk produk wisata halal untuk kemudian dipasarkan secara bersama-sama. "Kalau travel jalan sendiri-sendiri dengan jamaah sedikit kan jadi rugi. Kalau bareng-bareng kan jamaah jadi banyak  dan ongkos produksi jadi bisa ditekan dan bisa lebih menguntungkan," kata dia.

Konsorsium saat ini menawarkan kepada travel-travel untuk bisa bergabung menjadi anggota dengan manfaat bisa menjual secara bersama paket tour muslim dan bisa belajar bersama di industri pariwisata yang sangat dinamis.
"Keuntungan bagi member konsorsium juga adalah penggunaan sistem travel berbasis web dan juga desktop yang dapat memudahkan pemilik travel melakukan kegiatan bisnis dan berkomunikasi sesama anggota," pungkas Cheriatna. (ari/gur)

==========

Sekarang Wisatawan Bebas Memilih Wisata Halal


VIVA.co.id - Plesir ke luar negeri dalam rangkaian wisata halal saat ini menjadi impian banyak orang. Mereka rela meluangkan waktu mencari perjalanan wisata halal yang sesuai kebutuhannya.

Apalagi saat ini wisata halal sangat diincar oleh sebagian orang Indonesia. Wisata halal seperti sudah menjadi tren di masyarakat.

"Wisata halal sekarang ini memang terus berkembang pesat. Bahkan tidak sekadar tren, tapi sudah menjadi kebutuhan dari wisatawan," ujar Cheriatna selaku Dirut PT. BDR Konsorsium kepada VIVA.co.id, Kamis 2 Juli 2015.

Kebutuhan yang dimaksud, lanjut Cheriatna bukan terbatas berkunjung pada destinasi yang memiliki kaitannya dengan Islam. Tapi lebih pada pemenuhan berbagai kebutuhan dasar seperti makanan halal, tempat ibadah dan lainnya.

Perkembangan wisata halal semakin meningkat lantaran negara-negara tujuan wisata juga semakin sadar pentingnya unsur halal bagi wisatawan. Sebut saja Korea Selatan, Jepang, Cina, serta sejumlah negara Eropa dan Amerika lainnya.

Mereka terus berbenah diri menyiapkan wisata halal bagi pengunjung. Tidak hanya bagi muslim, tapi juga wisatawan pada keseluruhan. Sebab makanan yang halal tentunya sudah memenuhi standar kelayakan untuk semua orang.

"Wisatawan yang bepergian bersama keluarga atau siapapun, tidak was-was dalam perjalanannya. Soal makanan halal bisa didapatkannya," kata Cheriatna.

Berangkat dari pasar wisata halal yang tinggi itulah Cheriatna bersama para pelaku bisnis industri pariwisata dalam komunitas Bisnis Dari Rumah (BDR) yang notabene berbasis UKM membentuk konsorsium berbentuk Perseroan Terbatas bernama PT BDR Konsorsium. Melalui konsorsium ini mereka membentuk produk wisata halal untuk kemudian dipasarkan secara bersama-sama.

Melalui konsorsium ini juga para travel agent bisa menggabungkan jumlah wisatawan untuk diberangkatkan secara bersama.

"Kalau travel jalan sendiri-sendiri dengan jamaah sedikit kan jadi rugi. Kalau bareng-bareng kan jamaah jadi banyak dan ongkos produksi jadi bisa ditekan dan bisa lebih menguntungkan," kata dia.

Konsorsium saat ini juga menawarkan kepada travel-travel untuk bisa bergabung menjadi anggota dengan manfaat bisa menjual secara bersama paket tour muslim dan bisa belajar bersama di industri pariwisata yang sangat dinamis.

"Keuntungan bagi member konsorsium juga adalah penggunaan sistem travel berbasis web dan juga desktop yang dapat memudahkan pemilik travel melakukan kegiatan bisnis dan berkomunikasi sesama anggota," kata dia.

===========

Komunitas BDR Bentuk Konsorsium Genjot Wisata Syariah


ALHIKMAH.CO,– Komunitas Bisnis Dari Rumah (BDR) bentuk konsorsium agen travel n tour guna menjual paket-paket wisata muslim di Indonesia. Konsorsium ini berbentuk perseroan terbatas di mana sahamnya dimiliki seratus pelaku bisnis industri pariwisata dengan lebih dari 70 travel.

“Aktivitas promosi yang dilakukan konsorsium akan dilakukan melalui Above the line (ATL) seperti beriklan di media cetak dan berbagai media lain. Juga rencana kegiatan Below the Line (BTL) sebagaimana event dan pameran untuk memasarkan paket wisata,” demikian pernyataan Dirut PT. BDR Konsorsium, Cheriatna sebagaimana yang dilansir dari laman bdrkonsorsium.com.

Produk wisata yang dihasilkan konsorsium itu, imbuh Cheriatna, adalah wisata muslim Cina, Korea, Jepang, Turki, Dubai, Mesir, Maroko, Eropa dengan harga yang kompetitif. Selain itu, konsorsium juga menjual berbagai paket umroh plus dengan bekerjasama dengan travel berizin Depag RI.

Konsorsium menerapkan strategi co-marketing dengan menggaet berbagai pihak penerbangan. Tak hanya destinasi luar negeri, juga akan merintis destinasi nusantara. “Saat ini pihak Garuda Indonesia salah satu maskapai terbaik dunia juga sudah menyambut baik keberadaan konsorsium ini,” lanjut Cheriatna.

Menurut Cheriatna, masih banyak peluang lain yang bisa digarap terutama dengan membidik segmen komunitas lain yang sangat beragam di Indonesia. Ia mencontohkan seperti pondok pesantren, ibu-ibu pengajian dan arisan juga lembaga seperti koperasi.

Cheriatna memaparkan, keuntungan bagi member konsorsium adalah penggunaan sistim travel berbasis web dan juga desktop. Hal ini, menurutnya, akan memudahkan para pemilik travel melakukan aktivitas bisnis dan berkomunikasi dengan anggota konsorsium yang lain. “Artinya, kami siap menyambut era digital dengan membekali pengetahuan IT kepada seluruh anggota”, tandasnya.

 “Kalau travel jalan sendiri-sendiri dengan jamaah sedikit kan jadi rugi, kalau bareng-bareng, jamaah jadi banyak dan ongkos produksi jadi bisa ditekan dan kita bisa mendapatkan keuntungan lebih,” pungkas Cheriatna. (pnurullah/alhikmah/rilis)


1 Komentar untuk "Kolaborasi 100 Pengusaha Tour & travel Genjot Wisata Halal ke Berbagai Negara"

Saya tertarik dengan artikel yang ada di website anda yang berjudul " Kolaborasi 100 Pengusaha Tour & travel Genjot Wisata Halal ke Berbagai Negara ".
Saya juga mempunyai jurnal yang sejenis yang bisa anda kunjungi di Pariwisata Indonesia . Mari bersama-sama kita memperluas ilmu kita. :)

Back To Top