Tips menghadapi cuaca di Mekkah dan Madinah

Kota Mekkah dan Madinah berada di negara Arab Saudi yang memiliki iklim gurun dan mempunyai 2 musim seperti Indonesia, yakni musim dingin dan panas. Lalu bagaimana kita mensiasati menghadapi kedua musim ini agar ibadah haji dan umroh yang kita lakukan dapat berjalan baik dan nyaman?

Cuaca Dingin

Selain waspada dengan cuaca panas, para jamaah juga hendaknya memperhatikan kondisi cuaca saat musim dingin di Madinah dan Mekkah.
Profesor geografi dan meteorologi dari Arab Saudi, Dr Abdullah Al Musnad mengatakan awal Januari adalah bulan terdingin di Kerajaan Saudi. Musim di Mekkah terutama di Madinah dapat mengalami kemerosotan suhu hingga -5 sampai dengan -10 derajat Celcius. Bahkan di beberapa wilayah pegunungan Arab Saudi dapat terjadi turun hujan salju. Intensitas hujan dan angin kencang pun meningkat sehingga para jamaah diharapkan mempersiapkan beberapa perlengkapan tambahan.

Berikut adalah tips menghadapi cuaca dingin di Mekkah dan Madinah :

1. Bawalah jaket dan baju hangat. Meski di Mekkah dan Madinah banyak dijual pakaian hangat, namun alangkah baiknya bisa membawa sendiri dari tanah air.

2. Bawalah payung lipat yang dapat di masukkan dalam tas dan siapkan tas plastik cadangan untuk menyimpan payung tersebut saat beribadah di Masjidil Haram dan masjid Nabawi. Meski tidak hujan tetaplah membawa, karena hujan bisa turun kapanpun.

3. Bawalah jas hujan dari plastik tipis untuk berjaga-jaga.

4. Siapkan obat-obatan ringan seperti flu, batuk, minyak gosok, minyak angin atau obat herbal yang dapat Anda gunakan sendiri.

5. Gunakan masker penutup hidung terutama bila Anda berada di antara jamaah yang terkena flu agar tidak tertular.

6. Cukup makan dan minum agar tidak mudah sakit. Walau sedang tidak haus karena cuaca yang dingin, tetaplah minum secukupnya agar tidak terkena dehidrasi. Biasanya gejala dehidrasi ringan adalah badan mudah lelah dan sakit kepala, bila menemui gejala tersebut segeralah perbanyak minum air putih atau air zam-zam. Bila memungkinkan, minumlah minuman yang hangat dan manis atau makanlah kurma secukupnya untuk mengembalikan kekuatan tubuh.

7. Segera memeriksakan diri bila sakit.

Cuaca panas
Cuaca di Mekkah dan Madinah pada musim panas akan sangat terik, hal ini karena sebagian besar wilayah Arab Saudi terdiri dari gurun pasir yang panas dengan suhunya mencapai 41 derajat celcius. 

Bulan terpanas akan terjadi di bulan Juni dengan suhu 43 derajat celcius di siang hari dan malam hari akan berada di kisaran 39 derajat celcius.

Untuk menyiasati cuaca panas ini, berikut adalah tips yang dapat Anda lakukan agar tetap nyaman dalam menjalankan ibadah umroh :

1. Gunakan pakaian dari bahan katun yang mudah menyerap keringat.

2. Pakailah topi atau payung saat beraktifitas di luar ruangan pada siang hari. Kurangi aktifitas tidak perlu yang dapat menguras tenaga, karena kondisi badan yang kelelahan cenderung lebih mudah terserang virus dan penyakit.

3. Gunakan masker penutup hidung untuk mengurangi paparan debu dan pasir gurun. Jangan lupa memakai kacamata hitam atau sun glasses saat cuaca terik.

4. Cukup makan. Meskipun kurang cocok dengan menu makanan timur tengah, tetaplah mengkonsumsi cukup karbohidrat, protein dan vitamin. Perbanyak makan buah seperti jeruk, pisang, apel atau semangka. Kurangi gorengan karena dapat menyebabkan panas dalam.

5. Perbanyak minum air putih. Untuk menghemat waktu dan pengeluaran, bawalah selalu tempat minum atau botol untuk diisi ulang dengan air zam-zam yang dapat diperoleh dengan gratis berapa pun banyaknya Anda mengambil. Selain cukup cairan agar terhindar dari dehidrasi, minum air zam-zam juga cukup menyehatkan karena dipercaya mengandung mineral dan vitamin.

6. Segera periksa ke balai kesehatan terdekat yang disediakan bila Anda merasa badan kurang sehat bahkan setelah mengkonsumsi obat ringan yang Anda bawa.

7. Jangan memforsir tenaga untuk beribadah. Saat Anda beristirahatpun Anda masih bisa berdzikir atau membaca Al quran di hotel.


Demikian informasi seputar tips menghadapi cuaca panas dan dingin baik di Mekkah maupun Madinah, semoga bermanfaat.

Tips memilih waktu tepat untuk beribadah umroh

Ibadah umroh mengandung arti berkunjung atau dengan sengaja mendatangi sebuah tempat. Sedangkan secara syar`i ibadah umroh adalah mengunjungi Baitullah dan melaksanakan serangkaian ibadah seperti thawaf, sa`i hingga diakhiri dengan mencukur rambut kepala atau bertahallul.

Karena mengandung arti berkunjung atau sengaja mendatangi suatu tempat, dalam hal ini Baitullah maka waktunya boleh dilakukan kapan saja tidak seperti ibadah haji yang hanya dilakukan pada bulan Dzulhijjah setiap satu tahun sekali.

Melakukan ibadah umroh wajib dilakukan sekali dalam seumur hidup bagi umat Islam yang mampu, karena itu di setiap musim ibadah umroh yang biasanya dimulai sejak berakhirnya ibadah haji di bulan dzulhijjah hingga datang musim haji berikutnya, akan banyak umat Islam dari seluruh penjuru dunia yang akan melakukannya.

Umroh awal tahun biasanya dilakukan sejak bulan February hingga April. Bulan-bulan ini dianggap sebagai low season karena peminatnya belum terlalu banyak sehingga biayanya cukup murah yakni sekitar 1700 USD hingga 2000 USD tergantung pada paket yang Anda pilih di biro travel umroh.

Puncak musim umroh akan terjadi pada bulan Mei hingga Juli apalagi pada bulan Juni 2016 adalah bulan Ramadhan, bulan dimana banyak keutamaan dan pahala yang akan didapat bagi mereka yang melakukan umroh di bulan tersebut. Sehingga biaya perjalanan ibadah umroh pun melonjak mencapai 2600 USD hingga 3000 USD. Termasuk bulan Desember yang berdekatan dengan liburan akhir tahun, dimana banyak orang yang ingin memanfaatkan waktu liburan akhir tahunnya untuk menunaikan ibadah umroh sekaligus perjalanan wisata di negara-negara dekat Arab Saudi.

Keistimewaan mengapa para jamaah memilih melakukan ibadah umroh di awal musim atau sekitar bulan February hingga April adalah karena cuacanya yang cukup bersahabat. Saat itu di Arab Saudi dan sekitarnya cuacanya tidak terlalu panas atau dingin sehingga cukup nyaman bagi para orang lanjut usia atau bahkan sambil membawa anak-anak turut serta dalam perjalanan ibadah ini.

Di Arab Saudi musim panas terjadi pada bulan Maret hingga Agustus, sedangkan musim dingin akan terjadi pada bulan September hingga Maret.
Di musim panas Anda tetap harus menyiapkan alat pelindung seperti topi, payung dan pakailah baju dari bahan katun yang dapat menyerap keringat dengan baik, karena cuaca akan sangat panas dan terik namun kadang-kadang masih turun hujan. Perbanyak minum dengan membawa botol air minum sendiri yang dapat diisi ulang dengan air zam-zam untuk menghemat pengeluaran. Makanlah yang cukup dan bergizi, bila memungkinkan konsumsi buah dan kurma secukupnya. Hindari aktifitas yang tidak perlu di luar aktifitas ibadah umroh dan terlalu banyak menguras energi.

Bila Anda berangkat umroh pada musim dingin, maka Anda perlu membawa jaket yang cukup tebal karena perubahan cuaca bisa sangat ekstrim, suhu dapat mencapai minus pada dini hari apalagi bila Anda berniat menghabiskan malam dengan beribadah di Masjidil Haram. Bawalah minyak gosok, minyak kayu putih dan obat-obatan ringan seperti obat flu, obat batuk dan obat herbal. Meski banyak toko dan supermarket yang menjualnya di Mekkah, namun ada baiknya Anda membawanya sendiri dari tanah air.

Bila Anda ingin menunaikan ibadah umroh pada puncak musim umroh seperti bulan Ramadhan karena ingin mendapatkan pahala yang setara pergi haji, Anda perlu menyiapkan dana ekstra karena harga paket yang lebih mahal. Selain itu fisik juga harus di persiapkan karena saat bulan Ramadhan di Arab Saudi sedang mengalami musim panas yang suhunya lebih panas dan terik daripada di Indonesia padahal Anda sedang berpuasa.

Demikian informasi seputar waktu yang tepat untuk menunaikan ibadah umroh, semoga bermanfaat bagi Anda mengambil keputusan kapan akan melaksanakannya sesuai budget dan kemampuan.





Keutamaan beribadah di bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah salah satu nama bulan dalam penanggalan Islam. Bulan di mana kita umat Islam melaksanakan ibadah puasa dan sholat tarawih. 

Bulan ini dianggap istimewa karena di bulan inilah Al Quran pertama kali diturunkan ke bumi dan diperingati sebagai Nuzulul Quran yang jatuh pada hari ke 17 bulan Ramadhan. 

Menurut penanggalan masehi, bulan Ramadhan ini akan jatuh sekitar tanggal 7 Juni 2016.
Untuk menyambutnya, perlu kita ketahui apa sajakah keistimewaannya, berikut ini adalah keutamaan bulan ramadhan beserta dalil-dalilnya:

Lailatul Qadar.

Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan yang tidak akan dijumpai di bulan lainnya adalah malam laitalul qadar. Sebagaimana keistimewaan yang disebutkan dalam Al Qur’an surat Al-Qadr yang menyebutkan, 

“Sesungguhnya aku telah menurunkan Al-Qur’an pada malam lailatul qadr, tahukah kamu “apa lailatul qadr itu?”, lailatul qadr adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turun para malaikat dan ruh qudus ( malaikat jibril ) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”.  


Adapun hadist yang menyebutkannya adalah :

Dari Abu Hurairah: Rasulullah SAW memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda:

Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa. (HR. Ahmad dan An-Nasa’i).


Dikabulkannya doa-doa dan dihapusnya dosa-dosa.

Pada bulan ini Allah swt memberkahi dengan menurunkan rahmatNya, serta mengabulkan permintaan doa bagi orang yang berdoa dengan sungguh-sungguh dan mengampuni dosa-dosa orang yang sungguh-sungguh bertaubat. Dari Ubadah bin Ash-Shamit, bahwa Rasulullah bersabda:

Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do’a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini. (HR.Ath-Thabrani, dan para periwayatnya terpercaya).

Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: Shalat Lima waktu, Shalat Jum’at sampai Shalat Jum’at berikutnya, Shaum Ramadhan sampai Shaum Ramadhan berikutnya, adalah menutup dosa-dosa (kecil) yang diperbuat diantara keduanya, bila dosa-dosa besar dijauhi.(H.R.Muslim)

Rasulullah saw bersabda: 

Barangsiapa shaum Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang. (HR.Bukhary Muslim).


Karena itu perbanyaklah membaca istighfar dan doa mohon ampunan baik pada siang hari maupun malam hari di bulan ini.

Diistimewakan dari pada Umat sebelumnya.

Meski pada umat terdahulu sebelum umat nabi Muhammad juga melakukan puasa, namun khusus untuk umat Rasulullah lebih keistimewaannya seperti yang dijelaskan dalam hadist di bawah ini :

Dari Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah saw bersabda:

Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: 1. bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi; 2. para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka; 3. Allah Azza Wa Jalla setiap hari menghiasi Surga-Nya lalu berfirman (kepada Surga), “Hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu; 4. pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya; dan 5. diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam.


Puasa Ramadhan memberi Syafaat.

Di akhirat nanti selain Nabi Muhammad, amal puasa kita di bulan Ramadhan juga akan membela atau memberi syafaat (pertolongan) bagi orang yang mengamalkannya.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: 

Shaum dan Qur’an itu memintakan syafa’at seseorang hamba di hari Kiamat nanti. Shaum berkata: Wahai Rabbku,aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk memintakan syafa’at baginya. Dan berkata pula Al-Qur’an: Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari (karena membacaku), maka berilah aku hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memmintakan syafaat.” (H.R. Ahmad, Hadits Hasan).


Disunatkannya Shalat Tarawih

Pada Ramadahan kita disunatkan shalat tarawih, yakni shalat malam pada bulan Ramadhan yang tidak  dikerjakan pada bulan selain bulan Ramadhan. 
Nabi saw bersabda:

Barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).


Pahala ibadah Umroh yang kita laksanakan di bulan Ramadhan, hampir seperti beribadah haji. Seperti yang disebutkan dalam sebuah hadist, dari Ibnu Abbas ra, Nabi SAW bersabda  yang artinya, 

“ Umrah di bulan Ramadhan pahalanya seperti ibadah haji”. ( HR. BUkhori dan Muslim ).

Demikianlah keistimewaan bulan Ramadhan, semoga kita diberikan kekuatan dan panjang umur untuk dapat menjumpainya lagi serta melakukan banyak ibadah sesuai yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW.



Tips mendokumentasikan perjalanan umroh.

Setiap orang, siapapun orangnya pasti ingin mendokumentasikan semua peristiwa yang berkesan dalam hidupnya. Tidak hanya peristiwa namun juga tempat-tempat yang pernah ia kunjungi, apalagi bila tempat tersebut memiliki nilai sejarah atau tempat berlibur yang jauh dari rumah atau negara tempatnya tinggal.

Tak terkecuali dengan perjalanan ibadah umroh. Tak jarang para jamaah ingin mengabadikan prosesi ibadah atau tempat dimana ibadah tersebut dilakukan seperti thawaf yang berada di sekitar Kabah, saat mendaki bukit Shofa dan Marwah dan lain-lain. Meski hal tersebut tidak dilarang, namun karena umroh adalah suatu bentuk ibadah, maka sebaiknya ada hal-hal yang diperhatikan agar saat pengambilan foto dokumentasi tidak mengganggu prosesi ibadah juga tidak mengganggu orang lain yang juga melakukan ibadah.

Ali bin Abdul Aziz Al-Shibal salah seorang anggota komite kesadaran haji dan dosen di Majmaah University, mengatakan foto selfie saat umroh dan haji  berpotensi untuk pamer dan berbahaya karena akan menggugurkan amal yang dilakukan saat haji atau umroh di tanah suci. Niat berfoto dan mengunggahnya ke sosial media agar orang lain tahu atau menunjukkan bahwa Anda sedang melakukan amal kebaikan  dapat mempengaruhi kemurnian niat dan mengaburkan tujuan Anda sesungguhnya dalam beribadah.

Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan :

  1. Niat. Segala sesuatu pasti didasarkan oleh niat. Jangan sampai niat Anda untuk berselfie atau berfoto di dekat Baitullah atau dimanapun di kota Mekkah dan Madinah hanya didasari karena ingin pamer atau riya. Ingatlah jangan sampai pahala ibadah Anda yang utama hangus hanya karena salah niat ingin pamer kepada teman atau kerabat di tanah air. Pastikan Anda mengambil foto tersebut hanya untuk keperluan dokumentasi atau memberikan pelajaran kepada keluarga tentang keutamaan tempat-tempat yang dikunjungi selama di Tanah Suci.

  1. Perhatikan waktu yang tepat. Kegiatan thawaf yang Anda lakukan tentu tidak Anda lakukan sendiri, ada ratusan bahkan ribuan orang yang juga melakukan hal yang sama. Jangan sampai karena ingin mengabadikan momen tersebut, Anda berhenti cukup lama di sekitar Kabah yang bisa menyebabkan berhentinya arus orang berthawaf atau ponsel dan kamera Anda jatuh lalu hilang dan terinjak-injak banyak orang. Bila di sekitar Kabah telah berdesakan, sebaiknya lakukan agak jauh di tempat yang agak lengang.

  1. Ambillah gambar atau foto secukupnya, jangan berlebihan. Bila tujuan kita hanya untuk mengabadikan tempat atau peristiwa tentu tidak akan memakan waktu terlalu lama atau sampai mengganggu kegiatan ibadah baik diri sendiri maupun orang lain. Jangan sampai karena ingin memfoto suasana sholat berjamaah di Masjidil Haram, kita ketinggalan sholat. Rencanakan dengan tepat apa yang ingin Anda foto sehingga Anda memiliki lebih banyak waktu untuk beribadah bukan untuk mengambil foto atau berselfi ria.

  1. Perhatikan orang-orang di sekitar Anda, jangan sampai kegiatan berfoto Anda mengganggu orang lain yang sedang beribadah.

  1. Sebenarnya ada larangan masuk ke masjid sambil membawa kamera atau smartphone, untuk itu bila  tidak ingin kamera atau smartphone Anda di sita oleh petugas, hindari mengambil foto di dalam Masjidil Haram dan masjid lainnya secara berlebihan.

Demikian 5 tips mendokumentasikan kegiatan ibadah umroh maupun haji Anda, semoga kita selalu dihindarkan dari perbuatan riya dan pamer yang akan menghapus habis pahala kita. Sayang, bila telah mengeluarkan biaya jutaan dan pergi meninggalkan keluarga namun kita tidak mendapatkan pahala dan keutamaan ibadah umroh atau haji hanya karena niat foto selfie atau sedikit ibadah yang kita lakukan karena terlalu sibuk mendokumentasikan perjalanan ibadah tersebut.




Tempat-tempat berziarah di Madinah

Madinah merupakan kota suci umat Islam karena di kota tersebut Nabi Muhammad SAW dimakamkan. Selain itu, Madinah menjadi kota suci karena di kota ini Rasulullah selama 13 tahun membangun peradaban, membangun hukum dan dasar-dasar Islam sehingga tak heran bila di kota ini banyak terdapat peninggalan bersejarah.

Sebelum kedatangan Islam, Madinah disebut  Yastrib yang dihuni oleh beberapa qabilah/suku/bani diantaranya bani Qaiuqa', bani Nadhir, bani Qraidlah, bani Auz, bani Khazraj, dll. Setelah Islam datang, Yastrib berganti nama menjadi Madinah al-Munawwarah (kota yang dipenuhi cahaya) yaitu cahaya kenabian Muhammad SAW dan cahaya Islam.

Dalam Hadis Shahih Bukhari di sebutkan. Dari 'Aisyah Ra ia berkata:

 "ketika kami masuk, Madinah adalah negeri tempat bersarangnya penyakit, lalu Rsulullah berdo'a: Ya Allah, berikanlah kecintaan kami kepada  Madinah  sebagaimana engkau  berikan kecintaan kami pada Mekkah, atau lebih dari itu, dan bersihkanlah ia serta berkatilah kepada kami dalam makanan dan bekalnya, serta gantilah wabah penyakit ini dengan Juhfah".

Nabi Muhammad juga bersabda banyak keberuntungan bagi orang yang datang ke Madinah dan berziarah ke makam Rasulullah sbb:

....من زارني بالمدينة محتسبا كنت له شفيعا يوم القيامة (أخرجه الطبراني والبيهاقي عن إبن عمر)

Artinya:
"Barang siapa berziarah padaku di Madinah karena berharap (syafaat), maka aku akan memberi syafaat padanya di hari kiamat" (HR Thabrani dari Ibnu Umar)

....من زارني بعد وفاتي فكأ نما زارني في حياتي (أخرجه أبو داود والطياليسي في مسنده. ص :12 من حديث إبن عمرمرفو عا)

Artinya:
"Barang siapa ziarah setelah wafatku, maka seakan-akan dia ziarah pada waktu aku masih hidup" (HR Abu Daud dan Al-Thayalisi dalam Musnadnya, hlm 12 dari Ibnu Umar berupa hadis marfu')

Madinah juga  merupakan tempat hidup para sahabat yang melihat langsung bagaimana Nabi mengajarkan shalat, puasa, dan semua amalan-amalan ibadah dalam Islam. Hal inilah yang menjadi dasar bagi Imam Malik ra untuk menjadikan amalan penduduk Madinah sebagai dasar hukum (  istinbath )
           
Berikut ini adalah 10 tempat berziarah di kota Madinah yang dapat Anda kunjungi :

1. Masjid Nabawi dan Raudlah


Masjid Nabawi adalah masjid Rasulullah dalam melaksanakan shalat lima waktu. Keutamaan masjid ini, adalah bahwa shalat di masjid nabawi, pahalanya melebihi seribu kali shalat di masjid selainnya. Maka jika seseorang ingin memasukinya selayaknya untuk bersikap tawdlu', khusyu' dan penuh rendah diri,  karena  selain untuk masuk ke masjid, juga karena ada makam Nabi Muhammad SAW.
Keutamaan lain dari Masjid Nabawi adalah, bahwa barang siapa melakukan shalat fardlu 40 kali terus menerus, maka ia akan terbebas dari api neraka dan diselamatkan dari adzab.

2. Raudlah



Dalam Hadis riwayat Imam Bukhari, bahwa Raudlah adalah sebuah tempat yang terletak di antara rumah Nabi dan Mimbar beliau dan merupakan salah satu taman dari beberapa taman sorga, sehingga tempat ini merupakan tempat yang menjadi rebutan oleh para peziarah dan dianggap sebagai tempat yang mustajab untuk berdoa.

3. Makam Nabi


Di makam ini yang terletak di kawasan masjid nabawi, selain terdapat makam sahabat nabi yang lain yakni Abu Bakar ra dan Umar. 

4. Kuburan Baqi'


Adalah sebuah kuburan yang terletak di arah tenggara Masjid Nabawi dan arah Timur Madinah al-Munawwarah. Di makam ini dimakamkan pula para sahabat Nabi Radiallahu 'anhum dan istrinya sehingga tempat ini banyak dikunjungi para peziarah dari berbagai negara baik dari jamaah haji maupun umroh.
.

5. Masjid Quba


 Masjid Quba merupakan masjid yang pertama kali dibangun oleh Nabi SAW ketika baliau baru sampai ke Madinah, yaitu pada bulan Rabu'ul Awal dan saat itu beliau menginap di rumah Bani 'Amir bin Auf selama beberpa hari. Sedangkan keutamaan masjid Quba', seperti yang tertera dari riwayat Imam at-Tirmidzi, bahwa pahala melakukan shalat di Masjid quba,  sama seperti melakukan umrah.

6. Masjid Jum'at


Masjid ini merupakan masjid yang  pertama kalinya digunakan oleh Nabi untuk melakukan shalat Jum'at, letaknya ke Utara kira-kira 1 km dari masjid Quba'. Setelah perluasan pada tahun 1412 H, masjid ini bisa menampung kurng lebih 650 jama’ah.

7. Masjid Qiblatain (dua qiblat)


 Masjid ini memiliki dua qiblat, di mana pada saat Rasulullah sedang melaksanakan shalat dhuhur menghadap ke Baitul Maqdis ( masjidil Aqsho ), datanglah perintah dari Allah untuk shalat menghadap Ka'bah dan seketika itu Rasulullah berubah menghadap Ka'bah. Masjid ini terletak di lembah 'Aqiq  yaitu di jalan Khalid bin Walid, dan hingga saat ini masih utuh dan digunakan untuk melakukan sholat oleh para peziarah dari berbagai penjuru dunia.

8. Masjid Abu Bakar


Di masjid Abu Bakar ini Rasulullah pernah melakukan shalat 'Ied yang kemudian diikuti oleh Khalifah Abu Bakar. Pada awalnya tempat ini merupakan lapangan luas yang menampung banyak jam'ah sehingga nabi melakukan shalat 'Ied di tempat ini Masjid ini berjarak sekitar 335 M dari Masjid Nabawi.
            
9. Masjid Umar



Masjid ini terletak di sebelah Barat daya Masjid Nabawi yang bejarak sekitar 455 M. Menurut sebagian riwayat bahwa tempat ini adalah kediaman Umar Bin Khattab. Ra.
Umar bin Khattab adalah sahabat Nabi yang utama yang banyak berkorban untuk keperluan dakwah Islam, beliau juga dikenal tegas, keras dan bijaksana, beliau juga orang yang pertama kali membuat tahun Hijriyah sebagai tahunnya umat Islam

10. Gunung Uhud


Gunung ini adalah saksi sejarah yang penting dalam Islam karena di tempat ini pernah terjadi peperangan yang dahsyat antara umat Islam dengan kaum kafir yang akhirnya dimenangkan oleh kaum kafir.      
Di dekat gunung Uhud juga terdapat kuburan syuhada' yang terbunuh pada saat perang uhud, termasuk paman Nabi Hamzah bin Abdul Muthalib.


Demikianlah beberapa tempat yang dapat dikunjungi selama berada di kota Madinah.

Tempat-tempat berziarah di Mekkah

Mekkah merupakan kota yang dianggap istimewa dalam agama Islam selain dikenal sebagai tempat kelahiran nabi Muhammad SAW juga sebagai tempat awal dilakukannya ibadah haji.

Berikut ini adalah tempat-tempat kerap dikunjungi para peziarah dari berbagai bangsa :

1. Masjidil Haram &  Ka'bah


Masjidil Haram adalah masjid yang paling mulia di muka bumi, sebab barang siapa shalat di dalamnya maka pahalanya berlipat seratus ribu kali dari pada shalat di luar Masjidil Haram. Di tengah masjidil Haram terdapat Ka'bah yang menjadi kiblat kaum muslimin sedunia

2 .Multazam


Multazam termasuk tempat yang mustajab untuk berdoa'. Berada di antara pintu Ka'bah dan Hajar Aswad, lebarnya kira-kira 2 m. Disebut Multazam karena nabi saat selesai berthawaf, beliau ber-iltizam di tempat ini yakni menempelkan dadanya, kedua tangan dan pipi beliau.

3. Hajar Aswad

Hajar Aswad adalah batu yang tertanam di pojok Selatan Ka'bah. Batu ini berasal dari surga yang awalnya berwarna putih namun akibat dosa-dosa umat manusia maka batu itu menjadi hitam. 
Batu ini berasal dari yaqut surga yang diberikan kepada Nabi Ibrahim untuk diletakkan di pojok ka'bah, selain itu batu ini juga di kelilingi oleh batu perak murni untuk menjaganya.
            
4. Maqom Ibrahim


Letaknya berada sekitar 3-4 meter sebelah timur Ka'bah. Makam ini dihiasi emas oleh Khalifah al-Mahdi salah seorang Khalifah dari kerajaan Bani Abbashiyah pada tahun 161 H.

5. Hijir Isma'il


Bangunan ini terletak di Utara Ka'bah yang merupakan bangunan terbuka setengah lingkaran memiliki keutamaan barangsiapa shalat di dalamnya, maka sama dengan melakukan shalat di dalam Ka'bah

6. Jabal Abi Qubais


Tempat ini berada di  gunung Sofa, menurut sejarah tempat ini ada dalam salah satu isi dan kandungan surat al-Qamar yang menceritakan terbelahnya rembulan sebagai mu'jizat Nabi Muhammad SAW. Di gunung inilah rembulan terbelah di hadapan Nabi Muhammad.


7. Maulidun Nabi (tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW)


Tempat ini adalah tempat dimana Nabi Muhammad SAW di lahirkan, namun kini menjadi perpustakaan umum. Kerajaan Arab Saudi memugarnya dan menjadikannya tempat umum agar tidak mengundang perbuatan syirik dari para peziarah yang menyembah tempat ini.

8. Pemakaman Ma'la


Pemakaman kini adalah tempat bersejarah dan paling tua di kota Mekkah, karena telah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Ummul Mukminin Khadijah. Ra. istri pertama nabi juga dimakamkan disini.

9. Jabal Nur dan Gua Hira'


Gunung ini terletak sebelah Timur Masjidil Haram. Di puncak gunung ini terdapat sebuah gua yang dikenal dengan sebutan Gua Hira', yaitu tempat turunnya wahyu pertama pada Nabi Muhammad.
              
10. Jabal Tsur dan Gua Tsur


Gua ini terdapat di puncak gunung Tsur, yaitu gua di mana Nabi Muhamad SAW dan Abu Bakar Shiddiq Ra, pernah bersembunyi dari kejaran kafir Mekkah yang ingin membunuh beliau.

11. Arafah


Arafah adalah sebuah padang pasir yang luas yang pernah dijadikan tempat oleh nabi untuk berwukuf, di dalamnya terdapat Jabal Rahmah, tempat ini disebut Arafah menjadi tempat pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa setelah turun dari surga secara terpisah

 Rasulullah bersabda:

قال صلى الله عليه وسلم: " أفضل الأيام يوم عرفة, واذا وافق يوم جمعة فهو أفضل من سبعين حجة فيغير يوم الجمعة"

Artinya:
"Rasulullah SAW bersabda: sebaik-baik hari adalah hari Arafah, dan apabila hari Arafah bertepatan dengan hari Jum'at, maka (berhaji pada hari itu) lebih baik dari pada tujuh puluh kali haji selain hari itu" .

 Dianjurkan pula agar jamaah banyak berdo'a, karena Nabi SAW bersabda bahwa "sebaik-baik do'a adalah do'a pada hari Arafah" disunnahkan juga memperbanyak membaca al-Qur'an, membaca surat al-Hashr, membaca sholawat dan membaca surat al-Ikhas.

 Diriwayatkan dari Ali Bin Abi Thalib "barang siapa membaca surat al-Ikhlas seribu kali pada hari Arafah maka Allah akan memberikan/mengabulkan apa yang dia minta"

12. Muzdalifah


Muzdalifah adalah tempat yang diharuskan bagi jamaah haji untuk mabit, seperti yang tersebut dalam Al-qur'an :

فإذا افضتم من عرفات فاذكرالله عندالمشعرالحرام واذكورالله كماهداكم وان كنتم من قبله لمن الضالين  ثم افيضوا من حيث افاض الناس واستغفروالله ان الله غفورالرحيم  (البقرة: 198-199)

Artinya:
"Apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berdzikirlah kamu kepada Allah sebagimana yang ditunjukkannya kepadamu dan sesungguhnya kamu sebelumnya termasuk orang-orang yang sesat (189) kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak dan mohon ampun kepada Allah sesugguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang" (al-Baqarah: 198-199(

Mabit di Muzdalifah merupakan bagian dari ritual haji yang utama, karena waktunya bertepatan dengan malam hari raya Idul Adha, tertulis dalam riwayat bahwa Rasulullah bersabda: 

"barang siapa menghidupkan malam-malam hari raya, maka Allah swt akan menghidupkan hatinya pada saat semua hati manusia sedang mati".

13. Mina



Mina merupakan bagian dari tempat penting dalam ibadah haji. Selain tempat mabit, Mina juga terdapat tiga jamarat (tempat untuk melempar jumrah), yaitu Jumra Ula, Jumra ustha dan jumra Aqabah. 

Demikianlah tempat-tempat ziarah yang dapat dikunjungi saat kita melaksanakan ibadah umroh dan haji di kota Mekkah.